PEMBERIAN 5000 BENIH IKAN NILA MERAH DI GENANGAN AIR DESA NGRAPAH

Desa ngrapah merupakan wilayah yang mana 50 % perairan dan persawahan. Dimana ada beberapa daerah yang memiliki area persawahan yang tidak bisa di tanami padi karena debit air yang terlalu besar.Oleh kaeran itu potensi perikanan di desa ngrapah bisa di bilang  masih bisa di kembang kan. Melalui dinas perikanan Kab Semarang di bantu benih ikan supaya warga yang ber mata pencaharian mencari ikan di area perawahan menjadi lebih mudah dalam mencari ikan. Sedangkan ikan nila merah sendiri mempunyai kelebihan mudah berkembang biak . Benih ikan ini di tebar kan di area persawahan pengkol dan jonggrangan.

Chervinski (1982) melaporkan bahwa nila merah
(tilapia) merupakan salah satu komoditi yang dapat
dikembangkan, karena memiliki beberapa kelebihan
diantaranya selain tumbuh cepat, juga toleran terhadap
suhu rendah maupun tinggi dan bersifat euryhalin.
Menurut Peter (1979), salinitas merupakan salah satu
faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi laju
pertumbuhan dan konsumsi pakan. Benih ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang
berasal dari air tawar terlebih dahulu diadaptasikan
terhadap kondisi lingkungan bersalinitas di
Laboratorium Nutrisi Ikan, Fakultas Perikanan dan
Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Untuk
membuat media bersalinitas, digunakan air laut yang
diencerkan dengan air tawar sehingga diperoleh lima
tingkat salinitas, yaitu 0, 5, 10, 15 dan 20o
/oo yang
kemudian masing-masing media bersalinitas ini
digunakan sebagai perlakuan. Pengadaptasian
dilakukan selama sepuluh hari dengan pemberian pakan
komersial yang sama, sampai ikan kenyang, dengan
frekwensi tiga kali sehari (pagi, siang dan sore).
Setelah masa adaptasi selesai, ikan yang berukuran
antar 4,15-4,42 g/ekor dipuasakan selama 24 jam
dengan tujuan untuk menghilangkan pengaruh sisa
pakan dalam tubuh ikan. Kemudian ikan ditimbang dan
dimasukkan ke dalam akuarium berukuran 40x50x35
cm yang diisi air sebanyak 45 l. Setiap akuarium diisi 4
ekor ikan. Ikan diberi pakan komersial. Berdasarkan
hasil analisis proksimat di Lab. Nutrisi Ikan, FPIK-IPB

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan